|
The Age of Stupid: Ketika manusia mengabaikan lingkungan
The Age of Stupid, sebuah penggambaran yang luar biasa dari kondisi bumi yang rapuh akibat pemanasan global. Film garapan Franny Amstrong ini bersetting tahun 2055, namun isi cerita menampilkan dokumentasi kehidupan di bumi tahun 2008 yang adalah masa kebodohan karena manusia tidak berusaha untuk menghentikan perubahan iklim selagi ada kesempatan. Film bergenre dokumenter-animasi-drama ini akan membuat anda ternganga menyaksikan berbagai dampak yang timbul dari fenomena perubahan iklim di berbagai perubahan dunia. KITA, manusia, harus bertanggungjawab dan HARUS melakukan sesuatu, apapun itu, untuk menyelamatkan bumi kita tercinta ini.Diputar perdana di Indonesia dalam gelaran Green Carpet Pemutaran Perdana film The Age of Stupid pada 17 Oktober 2009 silam. Acara ini merupakan kerja bareng Greenpeace, WWF-Indonesia, Oxfam, dan Koalisi Global Campaign on Climate Action. Acara yang di gelar di tugu proklamasi dan terbuka untuk umum ini juga sebagai bentuk tuntutan agar para pemimpin dunia dapat mempercepat negosiasi perubahan iklim. Film ini pun merupakan media kampanye menuju perundingan di Kopenhagen agar keputusan yang dihasilkan dari para pemimpin dunia menjadi solusi yang tepat dalam usaha untuk menghentikan pemanasan global di berbagai belahan bumi yang telah mengalami dampak nyata dari situasi ini. Tidak terkecuali Indonesia, yang dianggap rentan dan tidak memiliki kesiapan untuk menghadapi persoalan global ini. Gelaran pemutaran film ini diawali dengan konvoi sepeda sebagai bentuk kampanye mengurangi emisi bahan bakar, kemudian dilanjutkan dengan sajian acara musik, lalu diskusi santai yang membahas mengenai film dan lingkungan, dan ditutup dengan pemutaran film The Age of Stupid. Seperti judulnya, The Age of Stupid (zaman kebodohan), kita diajak untuk berpikir bahwa kita hidup di jaman serba teknologi, serba instan, serba cepat, dan serba praktis. Adalah suatu kebodohan jika kita tidak memiliki sedikit pun rasa untuk membuat bumi ini tetap hijau. Manusia memiliki kontribusi besar terhadap berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi. Semua berujung pada berlomba-lomba mengeruk kekayaan bumi demi kesejahteraan pribadi, yaitu uang. Sehingga pengabaian lingkungan dianggap hal yang wajar tanpa memikirkan lebih jauh akibat yang akan timbul kemudian. Ada satu al dari banyak hal dari menarik yang ditangkap dari film ini, yaitu konsumerisme. Kita telah berbicara demokrasi, feminisme, serta berbagai paham lainnya, tapi konsumerisme ternyata lebih membahayakan. Oleh para kapitalis sejati, manusia dibuat menjadi pemuja dan budak barang yang menumbuhkan cabang-cabang gaya hidup hedonis tapi minim kepedulian lingkungan. Sudah saatnya kita melakukan sesuatu. Bukan untuk aku, bukan untuk kamu, but for the world entire. Dimana ada aku, kamu, kita, manusia, dan seluruh kehidupan, di bumi tercinta. Perbuatan sekecil apapun akan memberikan arti besar bagi kelangsungan hidup. Mulai dari hal kecil, sekarang, lalu tularkan kepada orang lain untuk kehidupan yang lebih baik. Kita, PASTI BISA!. (ik) |
|

The Age of Stupid, sebuah penggambaran yang luar biasa dari kondisi bumi yang rapuh akibat pemanasan global. Film garapan Franny Amstrong ini bersetting tahun 2055, namun isi cerita menampilkan dokumentasi kehidupan di bumi tahun 2008 yang adalah masa kebodohan karena manusia tidak berusaha untuk menghentikan perubahan iklim selagi ada kesempatan. Film bergenre dokumenter-animasi-drama ini akan membuat anda ternganga menyaksikan berbagai dampak yang timbul dari fenomena perubahan iklim di berbagai perubahan dunia. KITA, manusia, harus bertanggungjawab dan HARUS melakukan sesuatu, apapun itu, untuk menyelamatkan bumi kita tercinta ini.