Edisi I No.2 Juli 2004
 
daftar isi
SAPAAN
FOKUS UTAMA
OPINI
WACANA
SOSOK
ADVOKASI 1 2 3
KESPRO 1 2 3 4 5
PUISI KITA 1 2 3 4
WARTA 1 2 3 4
KRONIK 1 2 3
PUSTAKARIA
BEDAH BUKU 1 2


Penanggung Jawab Umum
Rena Herdiyani

Pemimpin Redaksi
Hegel Terome

Redaktur Pelaksana
Sinta Nuzuliana

Staf Redaksi
Dian Mardiana
Dian Permana Sari
Diyah Wara Restiyati
Fatmah Nurhayati
Iha Sholihah
Lili Lestari
Listyowati
Nani Ekawaty
Rakhmayuni
Sri Mukartini

Kekerasan demi kekerasan terus bergulir di negeri, yang katanya, sudah merdeka ini. Ironis memang! Negara harusnya memberikan ketenangan dan kedamaian bagi rakyatnya. Negara tinggal memikirkan bagaimana caranya meningkatkan pendapatan perkapita penduduknya. Justru, rakyat menghadapi berbagai persoalan pengusiran oleh penguasanya. Mereka digusur dari tempat kediamannya sendiri. Pengusiran paksa ini dilakukan oleh aparat keamanan dengan alasan bahwa lahan yang masyarakat kecil tempati itu bukan tanah milik mereka. Rakyat kecil harus hidup dalam ketakutan karena hujan peluru dan intimidasi dari kalangan militer. Dalam kondisi ini, perempuan dan anak-anak sangat rentan oleh dampak itu. Apakah si pembuat skenario kekerasan terlalu kuat untuk dilawan?

Belum reda gelombang kekerasan melanda di bumi pertiwi ini, justru dalam masa pemilu calon presiden dan wakil presiden 2004 kini, muncul kembali militer dalam dunia perpolitikan kita. Bahkan beberapa capres dan cawapres berlatar belakang militer sangat kental. Misal, Wiranto, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Agum Gumelar. Gejala apa ini? Begitu sulitkah rakyat kecil menggapai demokrasi sehingga sangat sukar untuk menikmatinya? 

Dalam Edisi 1 no 2 kali ini, Kalyanamedia akan menurunkan analisa tentang militerisme dan gerakan perempuan. Hal itu akan dikupas dalam Fokus Utama dan Opini yang didukung oleh Kronik, yang menurunkan sejarah gerakan perempuan di berbagai negara dalam rangka melawan militerisme (anak emas imperialisme). 

Akan tetapi, keyakinan akan terwujudnya demokrasi yang hakiki, penegakan HAM, harga diri anak bangsa yang merdeka, tidak boleh susut. Apalagi gerakan perempuan melawan militerisme, penindasan jender, dan penghancuran sumber daya (baik alam maupun buatan) jangan sampai padam! 

Jakarta, 20 Juli 2004



Sinta Nuzuliana
Redaktur Pelaksana
© 2004 Kalyanamitra