Edisi I No.2 Juli 2004
 
daftar isi
SAPAAN
FOKUS UTAMA
OPINI
WACANA
SOSOK
ADVOKASI 1 2 3
KESPRO 1 2 3 4 5
PUISI KITA 1 2 3 4
WARTA 1 2 3 4
KRONIK 1 2 3
PUSTAKARIA
BEDAH BUKU 1 2
Gawat, Caleg Perempuan Saling Jatuhkan

Kaum perempuan jangan saliang mendahului dan menjatuhkan, namun harus saling menutupi masing-masing kekurangan yang dimilikinya. Keterwakilan 30% perempuan akan lebih bermakna jika diikuti dengan tiga catatan. Pertama, komitmen parpol agar keterwakilan itu benar-benar calon jadi. Kedua, dari keterwakilan yang telah jadi itu, perempuan harus punya kompetensi, mereka jangan hanya sebagai pelengkap, hiasan atau "pemandangan" bagi laki-laki yang duduk di legislative. Ketiga, wakil perempuan itu berani membela kaum yang diwakilinya, karena menurutnya ada peempuan yang tidak pedli terhadap persoalan kaumnya. (Muhammad Aris, DPW PKS Jateng) (Suara Merdeka 18 Nopember 2003 hal.11)
 

Tips bagi Perempuan yang Aktif Berpolitik
  • Teruslah menambah berbagai kemampuan dalam berbagai aspek termasuk bidang politik
  • Adakan pertemuan dengan kelompok perempuan agar mereka bisa memberikan masukan dan dukungan
  • Jika dalam banyak hal anda belum mengerti terutama soal politik, tidak ada salahnya bertanya kepada mereka yang sudah lama berkecimpung
  • Pastikan bahwa partai politik yang anda geluti benar-benar mencalonkan perempuan untuk duduk di legislatif
  • Keluarga harus tetap diutamakan. Untuk itu pandai-pandailah memanaje waktu agar tidak ada yang merasa dikesampingkan
  • Banyak mengikat jaringan terhadap perkumpulan perempuan dan jadilah orang yang turut mensosialisasikan apa itu plitik, sehingga anda dikenali oleh banyak lembaga-lembaga terutama kaum perempuan
  • Pastikan bahwa keikutsertaan anda dalam satu partai plitik bukan sekedar nama tetapi anda harus menjadi bagian yang begitu penting di sana
  • Cobalah bergandeng tangan sesame kelompok perempuan agar saling mengisi berbagai kekurangan hingga semua menjadi pintar (Waspada 8 Nopember 2003 hal.10)
© 2004 Kalyanamitra