|
|
Kiat Berhubungan dengan Media
Massa
Judul : Kiat Berhubungan dengan Media Massa
Penulis : Drs. Aceng Abdullah
Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya, Cet.II, Agustus 2001
Tebal : vii+123 hal.
Peranan media massa sangat besar dalam menentukan citra positif atau negatifnya suatu lembaga atau organisasi. Media massa mempunyai kekuatan untuk membentuk opini di masyarakat. Saat ini, pers pun mempunyai fungsi sosial untuk mengontrol sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku dimasyarakat sekarang. Berbeda dengan masa kepemimpinan Orde Baru yang penuh dengan pembredelan, pemerintah saat ini nyaris tanpa kontrol.
Menurut Aceng Abdullah, dalam bukunya tersebut, untuk mengenal Dunia Jurnalistik dan Media Massa, mau tak mau kita harus mengenal seluk-beluk dunia jurnalistik. Kegiatan jurnalistik adalah kegiatan mengumpulkan, menyiapkan, menuliskan, dan menyebarkan informasi melalui media massa. Kita pun harus tahu tentang format media cetak, isi media cetak, insan media massa (struktur dan bidang).
Aceng Abdullah pun sependapat dengan praktisi humas dunia, yaitu Frank Jeffkins, bahwa kebijakan keredaksian, frekuensi penerbitan, tenggat terbit, proses produksi, daerah sirkulasi, khalayak pembaca, dan metode distribusi harus kita ketahui dengan baik.
Kadang-kadang kita merasa undangan kita atau berita kita tidak dimuat di media. Dan kita bertanya, mengapa mereka tidak datang atau tidak memuat berita kita. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya:
- Faktor waktu; mungkin kita mengundang terlalu mendadak atau pada saat wartawan tersebut akan deadline.
- Mungkin lokasi kegiatan yang tidak strategis.
- Berita/acaranya mungkin kurang menarik atau tidak punya nilai jurnalistik
Nilai-nilai jurnalistik yang dimaksud:
- Aktualitas; sesuatu yang tidak aktual biasanya tidak menarik untuk diberitakan. Aktual disini berarti hangat; artinya, bukan berita basi. Aktual pun berarti kendati peristiwa tersebut sudah lama, namun masih menjadi berita atau mungkin baru terungkap saat ini.
- Kedekatan (promixity); secara geografis atau kedekatan emosional antara media dan pembacanya.
- Penting; penting mengandung beberapa pengertian, yaitu orang penting atau ternama dan peristiwa penting
- Keluarbiasaan; bisa berupa perbedaan sosial, budaya, politik, ekonomi, pertahanan, keamanan, dan sebagainya. Keluarbiasaan ini pun identik dengan kekontrasan, yang biasanya memiliki daya tarik jurnalistik. Misal, pengangguran di negara maju.
- Akibat yang ditimbulkan; suatu peristiwa atau kebijakan yang bisa menyebabkan akibat yang luas dan selalu menjadi daya tarik media massa. Misal kenaikan BBM, listrik, telepon, musim kemarau yang berkepanjangan yang menyebabkan kerugian bagi petani atau menimbulkan kebakaran hutan.
- Ketegangan; berita atau peristiwa hukum di Pengadilan yang akan memutuskan apakah si pelaku dihukum atau terbebas dari hukum.
- Konflik atau pertentangan; konflik antar negara atau daerah, pemerintah dengan rakyat dan sebagainya. Selalu menarik menjadi bahan pemberitaan. Misal kasus penggusuran, PHK di suatu perusahaan atau lainnya.
- Seks; yang berhubungan dengan masalah seks selalu menjadi bahan perhatian sangat menarik, terlepas dari norma yang ada. Di mana pun orang tertarik dengan gambaran atau paparan yang berhubungan dengan seksualitas.
- Kemajuan; suatu kemajuan teknologi atau kemajuan lembaga atau individu.
- Emosi; peristiwa yang mampu menggugah emosi atau perasaan tiap orang. Misal, penganiayaan pembantu rumah tangga oleh majikannya.
- Humor; yang berbau humor masih diminati oleh orang. Misal, ceramah Zainuddin MZ atau peristiwa lainnya.
Hal tersebut juga berlaku bagi LSM, lembaga pemerintah atau organisasi lainnya dalam berhubungan dengan media massa. Dengan demikian, kita tahu hal-hal apa yang menarik untuk dimuat dan ditulis oleh wartawan. Tetapi, menurut Aceng Abdullah, faktor kredibilitas seseorang, ketajaman analisa, pengetahuan yang luas, berani, konsisten dan gampang dihubungi (ketika wartawan membutuhkan orang tersebut) juga mendukung terjadinya hubungan press relation yang baik atau pemuatan berita oleh media massa. (FN)
|
|