|
Penanggung Jawab Umum Rena Herdiyani
Pemimpin Redaksi Hegel Terome
Redaktur Pelaksana Sinta Nuzuliana Staf Redaksi Dian Mardiana Dian Permana Sari Diyah Wara Restiyati Fatmah Nurhayati Iha Sholihah Lili Lestari Listyowati Nani Ekawaty Rakhmayuni
Rudy Fransiskus Sri
Mukartini
|
"Bekerja” tidak
hanya dimonopoli oleh laki-laki. Bahkan, kini jumlah perempuan
bekerja sekaligus sebagai kepala rumah tangga di Indonesia kian
meningkat. Hak bekerja telah lama dimenangkan oleh perempuan di
nusantara ini. Namun persoalannya, ketika perempuan memilih harus
bekerja, maka pemenuhan hak asasinya jarang dilindungi. Dalam
hubungan buruh-majikan, mereka kerap terpuruk tanpa daya. Hubungan
tersebut sangatlah rentan kekerasan dan ketidaadilan. Mereka
begitu lemah posisinya, oleh karena secara sosial mereka tampak
sebagai peminta kerja. Padahal mereka tidak mengemis kerja,
melainkan dengan bekerja mereka hendak memuliakan diri mereka dan
orang-orang yang diperjuangkannya (sanak keluarganya).
Dalam kenyataan sehari-hari, perempuan bekerja belum dianggap
bermakna. Kita memandangnya sepele. Di benak kita, perempuan
bekerja baru berarti ketika mereka menduduki posisi penting di
pemerintahan, di perusahaan-perusahaan besar asing maupun
nasional. Jutaan buruh perempuan yang tersebar di seantero
nusantara ini yang hidupnya di lembah kemiskinan; tidak punya
posisi penting; tidaklah menarik perhatian kita, apalagi mau
peduli dengan derita mereka.
Sejarah buruh di negeri kita pada hakikatnya adalah sejarah
kehidupan kita sebagai bangsa. Ratusan tahun kita sudah memulai
hidup kita menjadi buruh. Dan itu belum usai hingga kini. Bahkan,
semakin parah saja! Ke arah mana kita akan berjalan? Haruskah kita
kehilangan hati nurani, cuek terhadap nasib mereka?
Kalyanamedia nomor ini tergerak untuk menyajikan persoalan buruh
perempuan ke hadapan Anda. Dalam Fokus Utama, kami sajikan aneka
masalah yang masih membalut buruh perempuan utamanya di sektor
informal. Kemudian, perjalanan sejarah buruh di Indonesia, kami
angkat di bagian Kronik. Dalam rubrik-rubrik lainnya kami upayakan
menghidangkan tulisan-tulisan yang padu padan dengan tema yang
kami angkat, yakni “buruh perempuan dan hak-hak asasi manusia”.
Kami berharap sajian Kalyanamedia kali ini mampu memuaskan rasa
ingin tahu dan kebutuhan Anda akan informasi yang berbobot dan
bermutu. Semoga!
Jakarta, 24 Desember 2004
Sinta Nuzuliana
Redaktur Pelaksana
|
|