|
|
Arti Penting
Pendokumentasian
Dokumentasi sangat diperlukan bagi individu maupun lembaga atau
usaha-usaha lainnya. Hal-hal yang penting untuk didokumentasikan
antara kegiatan individu tentu saja berbeda dengan kegiatan
perkantoran atau usaha lainnya. Untuk kegiatan individu cukup
dengan catatan harian, foto atau surat-surat penting yang disimpan
dalam sebuah tempat tersendiri.
Ketika pertama kali masuk kerja di sebuah kantor asing yang
memberikan dana untuk kegiatan individu, saya diminta oleh
sekretaris kantor itu untuk membantu mencari berkas lamaran
seseorang yang sudah lebih dari satu tahun diterima. ia
memperlihatkan tumpukan berkas lamaran yang diletakkan di lantai
kantor. Saya bingung harus dari mana mencarinya karena dari
ratusan berkas itu tidak tersusun. Entah bulan atau tahunnya,
semua bercampur jadi satu.
Satu persatu saya kumpulkan berdasarkan tahun. Kemudian dari yang
sudah tersusun tahunnya saya mulai menyusun berdasarkan bulan.
Dari susunan itu saya agak mudah mencari apa yang dibutuhkan dan
mulai melakukan kerja dengan pendokumentasian berkas-berkas
lamaran yang hampir setiap hari datang dari berbagai kota dan
pulau. Semula dari dokumentasi berdasarkan tahun hanya didapat 5
bundel karena memang hanya 5 tahun berjalan. Perkembangan
selanjut-nya ketika direktur akan mencari berkas lamaran dari Palu
dan Jayapura, kembali saya menemukan kesulitan mencari karena
informasi bulan dan tahunnya tidak jelas. Dari situ saya kembali
berpikir untuk mendokumentasikan berdasarkan lokasi, meskipun hal
ini memerlukan tempat yang agak luas dibandingkan dengan
pendokumentasian per tahun, tapi akhirnya ditemukan
pendoku-mentasian yang lebih mudah temu kembalinya.
Kasus di atas menunjukkan pentingnya pendokumentasian yang baik.
Kita ambil contoh bagi kegiatan individu. Seorang remaja yang
rajin menulis catatan hariannya, dia akan mudah mencari hal
penting yang akan memudahkan dia untuk suatu hal yang tak terduga.
Misalnya, meminjamkan uang kepada seseorang. Ketika menagih, si
peminjam tidak mengakuinya. Dokumentasi pribadi menunjukkan
kebenaran karena adanya catatan tanggal dan jumlah pinjamannya.
Oleh karena itu, di kemudian hari catatan harian itu merupakan
dokumentasi diri yang tak ternilai harganya.
Seorang ibu rumah tangga juga perlu mendokumentasikan semua surat
penting mulai dari urusan kependudukan, kepemilikan tanah,
surat-surat berharga dan sebagainya. Sementara untuk perkantoran,
tentu akan lebih banyak lagi bahan yang harus didokumentasikan,
misalnya akte notaris, susunan pengurus, rencana kerja, peraturan
tata tertib harian dan lain sebagainya. Jika dokumen-dokumen itu
tersimpan dengan rapi dan baik tentu di masa yang akan datang akan
lebih mudah mencari meskipun ada pergantian jabatan dengan orang
yang baru. Sejarah perkantoran itu mudah dilacak, tidak hilang
sekali pun berganti-ganti kepengurusannya.
Untuk data karyawan, ada beberapa jenis pendokumentasian. Ada yang
menyiapkan file tersendiri untuk seorang karyawan mulai dari surat
lamaran, surat panggilan wawancara/tes sampai daftar absen, bahkan
sampai dengan ciri-ciri tubuh, golongan darah dan kelengkapan data
lainnya. Namun, ada juga yang memisahkan data karyawan sebatas
curriculum vitae dan absensi. Lainnya didokumentasikan tersendiri.
Dari kumpulan dokumen itu sebaiknya diatur menurut abjad untuk
lebih memudahkan menemukan dokumen yang kita cari.
Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa pendokumentasian
dilakukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing lembaga ataupun
individu. (SM) |
|