|
|
Mengelola Perpustakaan
Pribadi
Anda memiliki banyak koleksi buku dan majalah? Anda mulai
kesulitan menemukan kembali buku atau majalah yang ingin anda baca?
Anda menyadari bahwa koleksi buku dan majalah anda perlu disusun
rapi, namun anda tidak tahu cara yang paling baik dan mudah?
Berikut kiat-kiat yang perlu dilakukan untuk mengolah koleksi buku
dan majalah menjadi sebuah perpustakaan pribadi yang sederhana dan
menyenangkan.
Pengelompokan koleksi
Selain koleksi yang perlu disusun, anda membutuhkan ruangan dan
peralatan tertentu. Minimal sebuah rak buku yang diletakkan di
tempat yang sejuk; jauh dari air dan sinar matahari langsung.
Langkah pertama mengelola perpustakaan anda adalah mengelompokkan
buku dan majalah yang dimiliki menurut subjek utamanya. Subjek
utama tersebut bisa anda buat sendiri berdasarkan subjek-subjek
yang anda minati atau pelajari, misalnya agama, sastra, psikologi
dan sebagainya. Bila anda sudah tahu sistem klasifikasi yang ingin
anda pakai, anda dapat menggunakan subjek tersebut, asal konsisten.
Jika jumlah koleksi anda lebih dari 500 judul buku atau majalah
dan mencakup banyak subjek, maka anda dapat menggunakan
klasifikasi subjek standar yang digunakan oleh perpustakaan secara
umum, misalnya sistem Dewey Decimal Classification.
Rak koleksi harus diberi kertas label bertuliskan subjek-subjek
yang anda pakai. Kemudian ambil buku satu per satu dan letakkan di
rak yang sesuai dengan subjeknya. Untuk majalah, harus
dikelompokkan sendiri karena biasanya majalah memiliki multi
subjek dalam setiap terbitannya. Dengan ini, koleksi anda sudah
tampak seperti sebuah perpustakaan sebenarnya meski hanya kumpulan
buku.
Klasifikasi
Disebutkan bahwa koleksi dikelompokkan berdasarkan subjek. Tiap
subjek diwakili oleh kode nomor yang disebut sebagai “nomor kelas”.
Apabila klasifikasi dibuat sendiri, maka kode nomor ini dapat anda
sesuaikan dengan kategori subjek yang ada. Daftar klasifikasi ini
akan memudahkan anda dalam menentukan nomor kelas masing-masing
buku, misalnya:
300. Perempuan dan Ekonomi
332. Perempuan dan Kerja
332.392. Perempuan Pekerja Rumah Tangga
Inventarisasi dan Pencatatan Data Koleksi
Langkah berikutnya, mencatat semua koleksi dalam buku induk. Ambil
kembali buku yang sudah ditata di rak satu per satu. Mungkin saja
letak buku yang sebelumnya anda susun secara sepintas akan berubah.
Namun pergeseran itu tidak akan jauh karena buku-buku itu masih
satu subjek.
Buku induk biasanya digunakan untuk masing-masing jenis pustaka
secara terpisah, misalnya buku, video, kaset dan sebagainya. Untuk
majalah tidak menggunakan buku induk, namun langsung dicatat dalam
kardeks yang berfungsi sebagai katalog untuk menelusur.
Tiap buku memiliki nomor induk masing-masing meskipun punya judul
yang sama. Nomor induk menggambarkan jumlah dan tanggal masuk buku,
bukan berdasarkan judul. Buku induk dapat digunakan untuk
keperluan statistik. Kapan pun anda dapat mengetahui jumlah
koleksi yang ada di perpustakaan anda atau jumlah koleksi yang
masuk dalam periode tertentu.
Buku induk hendaknya memuat informasi nomor induk, tanggal masuk
koleksi, nama pengarang, judul, penerbit, tahun terbit, asal
koleksi (beli, hadiah, foto kopi, atau tukar-menukar), harga,
kolasi (jumlah halaman, lampiran), dan nomor panggil (kode yang
mewakili koleksi tercatat di punggung buku, menunjukkan lokasi
buku di jajaran koleksi di rak).
Pengisian buku induk sekaligus sebagai kegiatan pencatatan data
bibliografis yang akan dituangkan dalam katalog. Setelah
dimasukkan dalam buku induk, tulis nomor induk di tiap buku.
Pembuatan dan Penyusunan Katalog
Katalog berfungsi sebagai alat bantu dalam menelusur koleksi.
Informasi yang termuat dalam katalog mewakili masing-masing buku.
Katalog dapat dibuat berbasis teknologi yang menggunakan perangkat
lunak khusus untuk pengelolaan perpustakaan atau dibuat secara
manual dengan mengetik atau menulis tangan. Untuk satu judul buku,
sebaiknya dibuatkan 3 katalog, yaitu katalog judul, pengarang dan
subjek. Katalog kartu ini biasanya berukuran 7 x 10 cm, dibuat
dengan kertas karton.
Penyusunan Koleksi di Rak
Setelah itu buatlah label nomor penyimpanan buku yang akan
ditempelkan di punggung buku. Nomor penyimpanan terdiri atas nomor
kelas, tiga huruf pertama merupakan nama belakang pengarang dan
satu huruf pertama dari judul, misalnya untuk buku berjudul
“Kekerasan dalam Rumah Tangga: Kasus Jakarta” tulisan Ratna Batara
Munti.
342.61
MUN
k
Jika buku ditulis oleh dua atau tiga pengarang, maka pengarang
pertama yang digunakan. Jika pengarang lebih dari tiga orang, maka
dianggap tidak ada pengarang. Setelah nomor kelas, langsung
dicantumkan satu huruf pertama judul.
Penyusunan buku di rak dilakukan berdasarkan nomor kelas,
sedangkan untuk majalah disusun berdasarkan abjad judul. Dalam
menyusun nomor kelas, urutan penyusunannya adalah berikut:
1. Urutan nomor kelas
2. Jika nomor kelas sama, lihat abjad nama pengarang
3. Jika nomor kelas dan abjad nama pengarang sama, maka lihat
abjad judul
4. Nomor penyimpanan tanpa pengarang harus lebih dulu daripada
dengan nama pengarang
Contoh:
342.61 MUN k
342.61 MYN k
342.9 n
342.9 ADH m
Hal tersebut dapat dilakukan untuk menciptakan sebuah perpustakaan
pribadi secara sederhana dan menyenangkan. Selamat mencoba! (SN) |
|