Rembuk Stunting Desa: Upaya Perkuat Komitmen Pencegahan dan Penanganan Stunting Mulai dari Desa

Kalyanamitra, Kalibawang – Pada akhir Juni 2019 empat desa di Kecamatan Kalibawang menggelar rembuk stunting dalam waktu berdekatan yakni Desa Banjarharjo, Desa Banjarasri, Desa Banjaroyo, dan Desa Banjararum. Rembuk stunting merupakan salah satu rangkaian pramusyawarah desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2020, juga menjadi amanat Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terhadap pemerintah desa agar memprioritaskan penggunaan dana desa tahun 2020 untuk pencegahandan penanganan stunting.

Pelaksana dari rembuk stunting desa yaitu Kader Pembangunan Manusia (KPM). Adapun dalam prosesnya melibatkan Kepala Desa, Kasi Kesejahteraan (Kesra), BPD, Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Kalibawang, perwakilan kader Posyandu desa, para kepala dukuh, kader PAUD, Puskesmas Kalibawang, Karang Taruna, serta perwakilan dari pemerintah kabupaten. Kalyanamitra turut hadir dalam rembuk stunting ini sebagai peninjau.

Aris, perwakilan pendamping desa, menyampaikan bahwa rembuk stunting bersifat terpusat dan diinstruksikan langsung dari pemerintah pusat. “Permasalahan stunting menjadi prioritas pemerintah dikarenakan masalah ini memengaruhi kualitas SDM yakni terhambatnya tumbuh kembang anak, dan lain-lain. Oleh sebab itu, program ini harus dilaksanakan secara konvergen atau terpusat, terpadu, terkoordinasi oleh berbagai lintas sektor,” ujarnya dalam rembuk
 stunting di Desa Banjarharjo pada Selasa (24/06).

Di samping itu, mengingat urgensi persoalan stunting ini, Pemkab Kulon Progo akan meninjau RKP Desa dan APBDes untuk memastikan adanya program penanganan dan pencegahan stunting. Jika dalam dokumen RKP tidak ada program tersebut, maka alokasi dana desa tidak akan ditransfer untuk tahun 2020.

Langkah ini diambil pemerintah kabupaten dengan harapan dapat membangun kapasitas dan komitmen pemerintah daerah dalam merencanakan, mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi intervensi yang terpusat guna mengurangi angka gagal tumbuh anak. Hal ini menjadi penting sebab pencegahan dan penanganan stunting menjadi salah komitmen pencapaian pemerintah dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/SDGs 2030.

Penyelenggaraan rembuk stunting di empat desa di Kecamatan Kalibawang sekitar 60% lebih partisipannya adalah perempuan. Di Desa Banjarharjo dan Banjaroyo, partisipasi aktif kelompok perempuan berhasil mengusulkan lima layanan dasar yakni pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), konseling gizi terpadu, penyediaan sanitasi dan air bersih, perlindungan sosial, dan layanan PAUD yang berkualitas.

Lima layanan dasar yang diusulkan tersebut diturunkan kembali menjadi program-program yang lebih terperinci. Beberapa program yang diusulkan di antaranya penambahan frekuensi Pemberian Makanan Tambahan (PMT), penambahan fasilitas untuk Posyandu, penyediaan air bersih, jambanisasi, dan sebagainya. Dokumen usulan tersebut nantinya akan dibawa dan diajukan dalam musyawarah desa (Musdes) oleh KPM.

Dalam rembuk stunting juga muncul usulan terkait pembentukan Rumah Desa Sehat (RDS). Rumah Desa Sehat akan menjadi sekretariat bersama bagi para pegiat pemberdayaan dan pelaku pembangunan desa di bidang kesehatan seperti Posyandu, bidan desa, perawat desa, PAUD, PKK, karang taruna, dan pemerhati kesehatan. RDS juga difungsikan sebagai ruang literasi kesehatan, pusat penyebaran informasi kesehatan, dan forum advokasi kebijakan di bidang kesehatan termasuk terkait pencegahan stunting.

Struktur kepengurusan RDS melibatkan unsur pemerintah desa, lembaga desa, dan pegiat desa seperti PKK, PAUD, Karang Taruna, KPMD, dan Posyandu. Harapannya, fungsi dan peran RDS dapat dimaksimalkan oleh pemerintah desa dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di desa. (fullah/ik)  


LIPUTAN LAINNYA

Friday, 10 January 2020

Kalyanamitra, Kalibawang – Salah satu kegiatan dalam program pendampingan perempuan desa yang dilakukan oleh Kalyanamitra adalah memberikan pelatihan Undang-Undang Desa No. 6 Tahun 2014 (UU Desa) d...

Thursday, 9 January 2020

Penulis: Dianah Karmilah
Wadah-wadah air (ember, baskom, dan bekas cat) berjejer menampung air hujan di pelataran rumah persis di bawah titisan genteng rumah. Air adalah barang berharga yang la...

Friday, 4 October 2019

Kalyanamitra, Kalibawang – Posisi perempuan terlebih perempuan desa masih melekat pada posisi yang terpinggirkan. Konstruksi sosial yang mengutamakan dominasi kekuasaan hanya pada laki-laki masih ...

Friday, 19 April 2019

Kalyanamitra, Banjaroyo – Paguyuban Perempuan Menoreh (Guyub Remen) bersama Kalyanamitra menghelat acara dengan tema "Pemilu Bersih, Menang Bersama Perempuan" pada Sabtu, 16 Maret 2019 di Embung Kr...