[Press Release] Pemilu Bersih, Menang Bersama Perempuan!

Di Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, Paguyuban Perempuan Menoreh melihat banyak persoalan yang dihadapi kaum perempuan. Masalah perkawinan anak, kesehatan ibu dan anak, gizi buruk, stunting, jaminan kesehatan minim, sarana kesehatan yang jauh, pendidikan rendah, bencana alam, kesulitan air bersih, hasil pertanian yang menurun, pemasaran produksi yang sulit, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, perceraian, poligami, dan sebagainya, yang senantiasa menghantui kaum perempuan sehari-hari.

Setiap tanggal 8 Maret seluruh perempuan se dunia merayakan hari perempuan internasional. Paguyuban Perempuan Menoreh tak luput ingin mengucapkan dan menyampaikan kepada setiap orang “Selamat Hari Perempuan Sedunia!”.  Paguyuban Perempuan Menoreh menyampaikan rasa bangga terhadap tiap perempuan di seluruh dunia, di seluruh Indonesia, dan di seluruh Kalibawang, yang telah berjuang mengatasi berbagai persoalan dan beban berat hidupnya. Selama ini banyak orang melihat perempuan dengan cara pandang yang merendahkan. Cara pandang ini, menurut Paguyuban Perempuan Menoreh, harus dihapuskan! Kami ingin mengingatkan kepada semua orang betapa mengagumkannya kaum perempuan dalam menghadapi dan mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya sehari-hari.

Sebagaimana sejarah lahirnya Hari Perempuan Sedunia yang merupakan hari perayaan kemenangan perempuan di seluruh dunia dalam memperjuangkan hak-hak hidupnya. Hari perempuan ini adalah keberlanjutan perayaan Hari Perempuan nasional pertama di Amerika Serikat pada 28 Februari 1909. Perayaan ini dalam rangka memperingati hari pemogokan buruh garmen pada 1908 di New York untuk melawan kondisi kerja yang sangat buruk. Setelah Partai Sosialis Amerika mengorganisir Hari Perempuan pada 28 Februari 1909 di New York, maka Konferensi Perempuan Sosialis Sedunia tahun 1910 menyarankan agar Hari Perempuan ini  dilaksanakan setiap tahunnya.

Setelah kaum perempuan meraih kemenangannya pada demonstrasi di Petrograd, Rusia, tahun 1917 untuk menuntut “Roti dan Damai”, maka 8 Maret menjadi hari libur nasional di Rusia. Sejak itu, Hari Perempuan Sedunia menjadi hari libur nasional di banyak negara di dunia. Pada 1975, Perserikatan Bangsa Bangsa mengadopsinya menjadi Hari Perempuan Sedunia.

Kini, saatnya perempuan di seluruh dunia termasuk di Kalibawang, memiliki kesempatan dan hak-hak yang sama dalam pendidikan, politik, ekonomi, budaya, dan lainnya. Perempuan harus memiliki kebebasan dan kemerdekaan diri dalam pilihan-pilihan hidupnya.

Untuk itu, dalam rangka perayaan Hari Perempuan Sedunia di Kalibawang ini yang bertepatan dengan masa kampanye Pemilu 2019, Paguyuban Perempuan Menoreh hendak mengingatkan kita semua betapa pentingnya pemilu yang bersih, jujur, dan adil. Kami ingin mendorong agar calon-calon legislatif perempuan yang berpihak kepada kepentingan dan hak-hak perempuan bisa memenangkan pertarungannya menjadi anggota-anggota dewan yang bersih, jujur, adil, dan bertanggungjawab memenuhi kepentingan dan kebutuhan perempuan. Kami ingin nasib perempuan se-Kalibawang diperjuangkan di Dewa Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten dan Provinsi melalui Perda-Perda, Anggaran-Anggaran, dan Pengawasan-Pengawasan pembangunan yang memajukan dan meningkatkan derajat hidup serta kesejahteraan kaum perempuan. Kami tidak ingin anggota-anggota legislatif perempuan hanya datang, duduk, diam, dan terima duit di parlemen, seperti yang biasa terjadi selama ini. Karenanya, Paguyuban Perempuan Menoreh menantikan kesungguhan hati, niat yang tulus, dan kerja keras para calon legislatif perempuan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan perempuan se-Kalibawang.

Paguyuban Perempuan Menoreh ingin menghimbau kita semua agar berpolitik dengan cara-cara yang baik, bersih, jujur, menjunjung tinggi rasa kemanusiaan, dan bermartabat. Mari kita, warga masyarakat Kalibawang dan kaum perempuan khususnya, menjadi pemilih yang sadar, cerdas, dan bertanggungjawab. Demikian pula, kami berharap agar para calon legislatif perempuan yang tengah berjuang saat ini dapat berpolitik secara bersih. Tolak politik uang, janji-janji kosong, iming-iming materi, dan bentuk-bentuk lainnya yang menurunkan martabat perempuan. Paguyuban Perempuan Menoreh berharap agar kita semua jangan menjual harga diri dengan Rp 30.000, Rp 50.000 atau pun Rp 100.000, yang akan menyengsarakan kita semua selama 5 tahun ke depan. “Nompo duit sepisan, sengsoro limo tahun!”


#Selamat Hari Perempuan Sedunia 2019, menang bersama Perempuan!


Kalibawang, Embung Krapyak Banjaroyo, 16 Maret 2019

PAGUYUBAN PEREMPUAN MENOREH (GUYUB REMEN)


BERITA LAINNYA

Tuesday, 2 April 2019
Perempuan Kalibawang Dukung Pemilu Bersih dan Dorong Kebijakan yang Pro Kepentingan Perempuan

Kalyanamitra, Banjaroyo – Paguyuban Perempuan Menoreh (Guyub Remen) bersama Kalyanamitra menghelat acara dengan tema "Pemilu Bersih, Menang Bersama Perempuan" pada Sabtu, 16 Maret 2019 di Embung Kra...

Friday, 29 March 2019
One Thousand Voices

Kalyanamitra, Jakarta – Awal tahun 2017, Kalyanamitra turut terlibat dalam sebuah proyek One Thousand Voices yang diinisiasi oleh Katya Lucia Berger, seorang produser dan jurnalis multimedia dari...

Thursday, 31 January 2019
Desa dalam Kepungan Lansia

Desa dalam Kepungan Lansia
(catatan awal)
Oleh: Dianah Karmilah*
Para lansia berjejer lesehan duduk berselonjor, mengistirahatkan kaki mereka yang renta. Bahu mereka sandarkan pada ...

Monday, 10 December 2018
[Siaran Pers] Segera Bahas dan Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual!

Jakarta, 30 November 2018 – Sudah dua tahun Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) mengendap di DPR, dan selama itu pula masuk dalam agenda prolegnas, namun tak kunjung dip...