Rembuk Perempuan Sebagai Ruang Perempuan Desa Mengusulkan Pendapat

Kalyanamitra, KalibawangPosisi perempuan terlebih perempuan desa masih melekat pada posisi yang terpinggirkan. Konstruksi sosial yang mengutamakan dominasi kekuasaan hanya pada laki-laki masih menjadi masalah yang harus dihadapi perempuan. Begitupun ketika berbicara mengenai perempuan desa maka masih akan menemui persoalan minimnya akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat bagi perempuan dalam berbagai bidang. Adanya Undang-Undang Desa No. 6 Tahun 2016 yang semestinya bisa membuka akses dan kesempatan untuk peningkatan hak-hak perempuan desa pun masih jauh dari harapan. Hal tersebut juga dialami oleh perempuan-perempuan di Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo.

Sebagai salah satu upaya peningkatan partisipasi perempuan desa di Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo, Kalyanamitra menyelenggarakan Rembuk Perempuan di empat desa yang ada. Tujuan dari Rembuk Perempuan tersebut yaitu sebagai ruang diskusi masalah-masalah perempuan yang terjadi di masing-masing desa. Masalah-masalah yang muncul dan didiskusikan berdasarkan hasil dari analisis sosial dan gender yang juga melibatkan kelompok perempuan di desa. Pada akhirnya dengan disediakannya ruang khusus tersebut, perempuan di desa menjadi lebih leluasa menyampaikan pendapatnya. Banyak masalah yang muncul dan berani diutarakan oleh perempuan seperti kekerasan dalam rumah tangga, kehamilan tidak diinginkan pada remaja perempuan, inses, perkawinan anak, dan sebagainya.

Rembuk Perempuan merupakan salah satu inisiatif dari Kalyanamitra yang didukung pula oleh masing-masing pemerintah desa. Mengingat selama ini kebutuhan-kebutuhan perempuan yang semestinya menjadi prioritas dalam pembangunan desa pada realisasinya masih jauh dari angan-angan. Padahal anggaran dana desa sangat mencukupi untuk membuat program yang ditujukan untuk pemberdayaan perempuan dan pemenuhan hak-haknya. Sehingga selain mendiskusikan dan menganalisis masalah-masalah perempuan, dalam Rembuk Perempuan juga dilakukan penyusunan usulan program-program sebagai langkah solusi dalam rangka pemenuhan hak-hak perempuan. Semua usulan yang dihasilkan dari Rembuk Perempuan disusun menjadi proposal usulan yang diserahkan ke masing-masing pemerintah desa untuk ditindaklanjuti dalam Musyawarah Desa (Musdes).

Lima Program Prioritas Hasil Rembuk Perempuan Desa Banjaroyo

Rembuk perempuan di Desa Banjaroyo dilaksanakan dalam dua tahap yakni pada 2 Mei 2019 yang melibatkan 41 orang perempuan dari 17 dusun, dan pada 12 Mei 2019 yang dihadiri oleh 17 orang perempuan. Dalam prosesnya melibatkan dua orang anggota Guyub Remen menjadi fasilitator untuk menggali kebutuhan-kebutuhan perempuan di desa yang hasilnya disusun menjadi dokumen usulan dan proposal untuk disampaikan ke pemerintah desa.

Rembuk Perempuan menghasilkan lima program dengan tujuh kegiatan yang akan diusulkan dan diserahkan pemerintah desa, yaitu:

1. Pembentukan Forum Penanganan Korban Kekerasan (FPKK) di tingkat desa;

2. Peningkatan Pelayanan Posyandu dalam bentuk pengadaan fasilitas layanan yaitu meja, wireless, dan alat peraga gigi;

3. Program sosialisasi bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan;

4. Program peningkatan ekonomi melalui kegiatan pelatihan pemanfaatan perkarangan dan pemberdayaan ekonomi untuk penyandang disabiltas;

5. Program remaja dengan kegiatan sosialisasi pola asuh anak dan dampak perkawinan anak serta sosialisasi terkait kesehatan reproduksi remaja.

Usulan Program Perempuan Diterima Kepala Desa Banjarharjo

Rembuk Perempuan di Desa Banjarharjo dilakukan dalam tiga tahap dan secara keseluruhan melibatkan sebanyak 48 perempuan dari 22 pedukuhan di Desa Banjarharjo, baik dari kelompok perempuan PKK pedukuhan maupun kelompok wanita tani (KWT).

Rembuk Perempuan I dilaksanakan pada 29 April 2019 yang menghasilkan peta persoalan dan kebutuhan perempuan di desa. Rembuk Perempuan II dilaksanakan pada 20 Mei 2019 dengan berfokus pada penyusunan draf usulan untuk disampaikan ke pemerintah desa. Hasil Rembuk Perempuan II berhasil mengidentifikasi empat usulan program dengan delapan kegiatan yang meliputi:

1. Lansia mandiri, produktif, dan sehat dengan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lansia serta Bina Keluarga Lansia;

2. Anak dan remaja produktif, sehat, dan bertanggung jawab dengan kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi dan sosialisasi pencegahan kenakalan anak dan remaja;

3. Pengembangan potensi lokal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa dengan kegiatan pelatihan batik ecoprint dan pelatihan olahan rambutan;

4. Pencegahan kekerasan terhadap perempuan melalui kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan pembentukan Forum Penanganan Korban Kekerasan (FPKK).

Rembuk Perempuan III dilaksanakan pada 28 Juni 2019 dengan agenda utama yaitu penyerahan usulan program/kegiatan kelompok perempuan Desa Banjarhajo. Proposal diserahkan langsung Kepala Desa Banjarharjo, Bapak Susanto, yang juga memberikan apresiasi terhadap proses Rembuk Perempuan yang sudah dilakukan.

Selain itu, sebagai langkah tindak lanjut, Kepala Desa Banjarharjo mengundang dua perwakilan kelompok perempuan untuk hadir dalam Musyawarah Desa (Musdes) Banjarharjo pada 29 Juni 2019. Dalam forum disepakati Ibu Dwi Martuti dan Ibu Supriyanti sebagai perwakilan kelompok perempuan desa yang akan hadir dalam Musdes Perencanaan Pembangunan Desa Banjarharjo.

Program Pencegahan Perkawinan Anak di Desa Banjararum

Pelaksanaan Rembuk Perempuan di Desa Banjararum dilakukan pada 23 Mei 2019 dan melibatkan 48 orang perempuan dari 24 pedukuhan.  Rembuk Perempuan berhasil merumuskan usulan dan proposal terkait dengan kebutuhan-kebutuhan perempuan dalam perencanaan pembangunan desa. Ada tiga program dengan sembilan kegiatan yang diusulkan ke pemerintah desa, yang dua di antaranya terkait dengan pencegahan perkawinan anak, yaitu:

1. Program inisiasi pembentukan Forum Perlindungan Korban Kekerasan (FPKK) tingkat desa dengan kegiatan pembentukan FPKK, pelatihan konseling dasar, serta rapat koordinasi anggota FPKK;

2. Program penyusunan kurikulum pendidikan pencegahan perkawinan anak yang meliputi kegiatan FGD untuk penyusunan kurikulum dan finalisasi kurikulum;

3. Program pencegahan perkawinan usia anak dengan kegiatan pendidikan kesehatan reproduksi, pendidkan internet dehat, pendidikan pacaran sehat, dan pendidikan fasilitator gender.

Urgensi Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak di Desa Banjarasri

Rembuk Perempuan di Desa Banjarasri dilakukan pada tanggal 30 April 2019 dengan melibatkan sebanyak 33 orang perempuan dari 17 pedukuhan. Dalam rembuk ini kelompok perempuan melakukan pemetaan masalah yang dihadapi perempuan desa dan berhasil mengidentifikasi bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi di desa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Hasil pemetaan dan analisis juga mengidentifikasi kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak termasuk kasus anak dengan gizi buruk, yang kemudian dijadikan bahan rujukan untuk memperkuat usulan perempuan kepada pemerintah desa. Oleh karena itu, hasil rembuk disepakati untuk memprioritaskan satu program utama dengan tiga kegiatan yaitu program peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak yang meliputi kegiatan peningkatan status gizi balita, peningkatan kapasitas PKK, serta peningkatan kapasitas FPKK.

Hasil Rembuk Perempuan di masing-masing desa diserahkan kepada kepala desa sebagai usulan perempuan untuk dibahas dalam musyawarah desa (Musdes). Harapannya, seluruh usulan dapat masuk dalam rencana pembangunan desa sehingga kepentingan perempuan dan pemenuhan hak perempuan dapat diakomodir. (fullah/ik) 


BERITA LAINNYA

Thursday, 7 November 2019
Rembuk Stunting Desa: Upaya Perkuat Komitmen Pencegahan dan Penanganan Stunting Mulai dari Desa

Kalyanamitra, Kalibawang – Pada akhir Juni 2019 empat desa di Kecamatan Kalibawang menggelar rembuk stunting dalam waktu berdekatan yakni Desa Banjarharjo, Desa Banjarasri, Desa Banjaroyo, dan ...

Thursday, 5 September 2019
[Siaran Pers] Revitalisasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia

Gerakan Perempuan Peduli KPPPA, Kamis, 5 September 2019
Presiden Joko Widodo telah terpilih secara demokratis untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode 2019-2024. Pada periode kedua pemerin...

Tuesday, 2 April 2019
Perempuan Kalibawang Dukung Pemilu Bersih dan Dorong Kebijakan yang Pro Kepentingan Perempuan

Kalyanamitra, Banjaroyo – Paguyuban Perempuan Menoreh (Guyub Remen) bersama Kalyanamitra menghelat acara dengan tema "Pemilu Bersih, Menang Bersama Perempuan" pada Sabtu, 16 Maret 2019 di Embung Kra...

Friday, 29 March 2019
One Thousand Voices

Kalyanamitra, Jakarta – Awal tahun 2017, Kalyanamitra turut terlibat dalam sebuah proyek One Thousand Voices yang diinisiasi oleh Katya Lucia Berger, seorang produser dan jurnalis multimedia dari...