[Rilis Pers] Posyandu sebagai Garda Depan Layanan Kesehatan dan Sosial Dasar Masyarakat dalam Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Jakarta, 3 April 2018 – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) memiliki lima belas layanan kesehatan dan sosial dasar dalam programnya sesuai mandatnya dalam Peraturan Dalam Negeri No. 19 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Pos Pelayanan Terpadu. Kelima belas program tersebut sejatinya ditujukan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, terutama ibu dan anak dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dasar dalam rangka mempercepat penurunan kematian ibu dan anak.

Indonesia berkomitmen untuk menurunkan Angka Kematian Ibu kurang dari 70/100.000 kelahiran hidup dan AKB ditargetkan kurang 12/1000 kelahiran sampai tahun 2030 dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Selaras dengan tujuan dan target tersebur, maka Posyandu memegang peranan penting dalam upaya tersebut, khususnya dalam sisi preventif karena keberadaannya yang dekat di masyarakat dan mudah dijangkau. Namun demikian, menilik dari  hasil audit gender yang dilakukan Kalyanamitra terhadap kebijakan, program, dan anggaran Posyandu pemerintah belum memandang peran dan fungsi penting Posyandu dalam pencapaian SDGs.

Sampai saat ini, kelembagaan Posyandu belum jelas dan para kadernya didefinisikan sebagai sukarelawan. Di sisi lain, Posyandu seringkali dijadikan sebagai sarana untuk implementasi program-program dari instansi pemerintah dibarengi dengan tuntutan pelaporan dan pendataan yang banyak dan tumpang tindih. Hasil pendataan dan pelaporan tersebut digunakan sebagai data kependudukan, status kesehatan, bahkan dasar pengambilan kebijakan, namun tidak disertai dengan pengalokasian anggaran yang memadai baik untuk operasional dan penyelenggaraan Posyandu, serta penghargaan untun kadernya. Pemerintah terkesan mengalihkan tugas dan tanggung jawabnya untuk menyelamatkan ibu dan anak pada para sukarelawan.

Jambore Posyandu "Posyandu sebagai Garda Depan Layanan Kesehatan dan Sosial Dasar Masyarakat dalam Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) diinisiasi oleh Kalyanamitra  membangun  opini publik tentang pentingnya Posyandu  sebagai layanan sosial dasar masyarakat yang berkontribusi pada pencapaian SDGs khususnya Goals 3 dan Goal 5, juga untuk konsolidasi dan sinergisitas kader Posyandu sebagai bagian dari gerakan masyarakat dalam mewujudkan kesehatan dasar masyarakat khususnya untuk perempuan dan anak. Membangun strategi advokasi bersama antar Kader Posyandu untuk peningkatan peran dan fungsi Posyandu. Jambore dilaksanan dari 3-4 April 2018 di Bumi Perkemahan Cibubur.

Dalam Jambore ini, para kader Posyandu juga menyampaikan “Lima Tuntutan Kader Posyandu untuk Generasi Bangsa yang Sehat dan Berkualitas” yaitu:

1. Adanya pengakuan dari pemerintah bahwa kerja-kerja kader Posyandu turut berkontribusi  dalam pencapaian tujuan pembangunan nasional.

2. Pemerintah memastikan implementasi kebijakan, program dan anggaran dalam layanan Posyandu.

3. Adanya sistem pelaporan dan pendataan yang mudah, sederhana, efektif, efisien dan terintegrasi.

4. Pemerintah memberikan insentif kepada kader posyandu untuk optimalisasi kinerja layanan Posyandu.

5. Pemerintah berkomitmen untuk memperjelas mekanisme koordinasi antarinstansi terkait tanggungjawab penyelenggaraan layanan Posyandu.

###

Narahubung: Listyowati (Ketua Kalyanamitra)

Telepon: 021-8004712

Email : ykm@indo.net.id


 


 


 


 


BERITA LAINNYA

Monday, 10 December 2018
[Siaran Pers] Segera Bahas dan Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual!

Jakarta, 30 November 2018 – Sudah dua tahun Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) mengendap di DPR, dan selama itu pula masuk dalam agenda prolegnas, namun tak kunjung dip...

Monday, 8 October 2018
[Press Release] Pertama di DKI Jakarta, Kebijakan tentang Pencegahan Perkawinan Usia Anak

Press Release
Pertama di DKI Jakarta, Kebijakan tentang Pencegahan Perkawinan Usia Anak
Berdasarkan data BPS 2017, angka perkawinan usia anak di Indonesia mencapai 25.71%, dan 12.76% nya d...

Sunday, 1 July 2018
Guyub Remen: Wadah bagi Perempuan Banjaroya untuk Mewujudkan Mimpi Bersama

Oleh: Estu Fanani
PAGUYUBAN PEREMPUAN MENOREH yang disingkat GUYUB REMEN didirikan pada tanggal 4 oktober 2015. GUYUB REMEN merupakan wadah atau organisasi bagi perempuan-perempuan di desa Banj...

Friday, 29 June 2018
[Rilis Pers] Kebijakan, Program, dan Anggaran Posyandu Perlu Dibenahi: Hasil Audit Gender Komunitas Terhadap Layanan Posyandu di Tiga Wilayah

Jakarta, 31 Maret 2018 – Pada awal pencanangannya, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) memiliki program prioritas yang terdiri dari lima layanan kesehatan yakni perbaikan gizi, imunisasi, penanganan di...